Jumat, 23 November 2018

Makalah Manajemen Pemasaran Global Pengaruh Globalisasi Terhadap Pembentukan Gaya Hidup Manusia : Studi Kasus "Indomie"

MAKALAH
MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PEMBENTUKAN GAYA HIDUP MANUSIA : STUDI KASUS “INDOMIE”


DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3
ANGGEA AUDIKA LESTARI
10215778
ANGGARA ADI PRATAMA
10215775
FERRY CHRISLIANDY SEBAYANG
1B216811
RISKA LESTARI
16215056
ROMANAH KADARISMAN
16215254
YELLY CINTIA HANSEN
17215229

KELAS 4EA33



JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018

KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


Bekasi, 27 Oktober 2018

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR    i
DAFTAR ISI    ii
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah    1
  2. Rumusan Masalah    1
  3. Tujuan Pembahasan    1
  4. Kerangka Teori    4

BAB II PEMBAHASAN
          2.1 Globalisasi pada Produk Mie Instan    6   
          2.2 Mengenal Produk Indomie dan Perkembangannya di Dunia    7
          2.3 Analisis Pengaruh Globalisasi terhadap Pembentukan Gaya Hidup    8
          
BAB III PENUTUP
          3.1 Kesimpulan    12
 
DAFTAR PUSTAKA    13



BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Globalisasi merupakan salah satu fenomena sosial yang tidak bisa kita hindari saat ini. Dampak globalisasi semakin cepat menyebar dalam kehidupan masyarakat terutama pada gaya hidup dan perilaku. Gaya hidup yang ditonjolkan saat ini sudah banyak yang mencerminakan gaya hidup bangsa asing daripada menunjukkan keaslian budaya dan gaya hidup asli bangsa Indonesia. Pada kenyataaanya, perubahan gaya hidup akibat globalisasi ini tidak hanya dilakukan masyarakat perkotaan saja, namun juga masyarakat di daerah pedesaan. Pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup yang paling utama adalah dari segi makanan dan minuman. Sebab, makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok yang harus manusia penuhi lebih dulu. Sekarang ini, kita dimanjakan dengan munculnya berbagai macam produk baik itu makanan dan minuman dari mancanegara yang diimpor atau memang perusahan asing yang berada di Indonesia. Banyak sekali orang-orang yang kemudian beralih dari makanan tradisional ke makanan modern atau siap saji. Beberapa makanan dan minuman asing adalah ayam goreng, steak, bostik, pizza dan burger dan aneka makanan yang lain. Akibat pengaruh globalisasi ini, masyarakat menjadi lebih memilih untuk mendapatkan sesuatu dengan serba cepat dan singkat tak tekecuali jika ingin memilih makanan. Berikut akan dibahas mengenai pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup manusia dari produk Indomie.

  1. Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan globalisasi?
  2. Bagaimana pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup manusia?
  3. Bagaimana produk global mempengaurhi gaya hidup manusia?


1.3 Tujuan Pembahasan
  1. Mempelajari dan memahami teori mengenai globalisasi
  2. Mempelajari dan memahami pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup manusia
  3. Mempelajari dan memahami studi kasus globalisasi pada produk global



  1. Kerangka Teori
Globalisasi adalah proses membuka diri atau masuk ke dalam pergaulan dunia. Globalisasi dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai proses mendunia. Kata globalisasi berasal dari kata globe yang berarti “bola dunia”. Globalisasi juga dapat berarti sebagai tindakan yang mendunia. Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia. Dunia yang luas dan dihuni berbagai macam suku bangsa seolah-olah hanya dimiliki oleh satu bangsa yaitu bangsa dunia atau warga dunia. Dalam globalisasi, tidak ada batas-batas wilayah suatu negara. Drucker mengatakan bahwa pengertian globalisasi adalah sebuah istilah menyeluruh untuk berbagai proses ekonomi global, penyebaran komunikasi global secara instan, pertumbuhan perdagangan internasional yang cepat, dan pasar uang.
Globalisasi telah menjadi kenyataan sehari-hari yang tidak dapat dihindari. Prosesnya berlangsung sangat cepat dan kompleks, yang menjangkau segala aspek dan telah meresap ke seluruh bidang kehidupan manusia, antara lain sebagai berikut :
  • Bidang ekonomi, ditandai dengan berlakunya pasar bebas, penjualan barang produk negara lain secara bebas di negara kita.
  • Bidang politik, ditandai dengan berkembangnya masyarakat yang demokratis, yaitu masyarakat yang ikut aktif menciptakan kehidupan bersama, menghormati nilai hak asasi manusia (HAM), serta menghargai hak dan kewajiban.
  • Bidang budaya. ditandai dengan semakin terasanya pengaruh budaya negeri asing yang menyentuh semua orang dan berbagai lapisan masyarakat, misalnya perubahan perilaku berpakaian dan berbicara akibat pengaruh film dan musik negara lain.
  • Bidang sosial, ditandai dengan lahirnya kesadaran global bahwa manusia semakin merasa saling tergantung dan saling mcmbutuhkan.
  • Bidang ekologi, ditandai dengan semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan sumber daya alam, namun sekaligus pula meningkatnya ancaman hancurnya ekosistem bumi akibat eksploitasi alam secara berlebihan.

Globalisasi terjadi karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa berdampak positif dan negatif. Begitu juga dengan globalisasi, globalisasi memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat dunia, tetapi juga membawa dampak negatif. Dampak positif globalisasi adalah setiap orang berlomba dan bersaing untuk berbuat yang terbaik demi mencapai hasil yang terbaik pula. Dalam persaingan ini diperlukan kualitas yang tinggi. Dalam era globalisasi setiap orang mengejar keunggulan dan kualitas sehingga masyarakat menjadi semakin dinamis, aktif, dan kreatif.
Sedangkan dampak negatif globalisasi adalah munculnya ancaman terhadap budaya bangsa. Globalisasi melahirkan budaya global yang mengancam budaya lokal, daerah, atau bangsa. Rendahnya tingkat pendidikan menjadi salah satu penyebab terseretnya masyarakat oleh arus globalisasi. Hal ini menjadikan kita kehilangan identitas diri dan rasa kebangsaan. Sebagai contoh. saat ini anak remaja dengan cepat meniru potongan rambut, model pakaian, perhiasan/asesoris, makanan, cara dan alat komunikasi, maupun perilaku bangsa asing yang tidak cocok dengan jati diri bangsa.
Tujuan globalisasi adalah menghilangkan perbedaan di antara manusia dan menciptakan persamaan hak asasi manusia. Artinya, globalisasi dapat dirasakan atau dialami oleh siapa saja, baik tua, muda, maupun anak-anak. Mereka memiliki hak yang sama untuk mengalami globalisasi, terutama dalam merasakan keuntungan adanya globalisasi.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Globalisasi pada Produk Mie Instan
PT Indofood Sukses Makmur Tbk memperkenalkan Indomie, produk mie instant ke pasar internasional. Kini, lndomie bukan hanya dikenal di negara tetangga dekat seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong hingga Taiwan. Namun, Indomie sudah terbang jauh ribuan kilometer, menjangkau lebih dari 80 negara, baik di Eropa, Timur Tengah, Afrika hingga Amerika. Di Sudan dan Libanon, Indomie hampir ada di setiap toko retail dan super market. Bahkan, Indofood juga membangun pabrik di sejumlah negara, seperti di Malaysia, Saudi Arabia, Nigeria, Suria hingga Mesir.
Produk makanan Indonesia punya daya saing tinggi. Buktinya, mie instant Indonesia sudah tersebar di mana-mana, di banyak negara. Bahkan, mie instant seperti Indomie, harga ekspornya lebih mahal 30 persen dibandingkan harga dalam negeri. Alasan mengapa  mie instant Indonesia cukup populer di mancanegara karena gaung Indomie sebagai brand Indonesia begitu terasa di overseas. Membangun brand itu sangat penting. Bahkan, jika brand itu sudah populer, nilainya bisa sampai 100 kali dari equity perusahaan.
Proses bagaimana Indofood membangun merek Indomie di mancanegara berawal dari Indofood membentuk Direktorat Ekspor dengan tugas fokus mengembangkan ekspor Indomie ke berbagai negara. Tim ini aktif mempelajari semua izin impor di setiap negara. Lantas, menetapkan target negara. Saat itu, sasaran utamanya, negara dengan jumlah tenaga kerja Indonesia paling banyak sehingga Indomie populer di Hong Kong, Taiwan, Arab Saudi dan lainnya. Bahkan, di Arab Saudi konsumen Indomie sudah masuk generasi kedua. Saat pertama kali Indomie masuk pada 1990-an, mereka masih anak-anak, sekarang mereka sudah dewasa dan berkeluarga. Selain TKI, Indomie juga dibawa oleh para pelajar-pelajar Indonesia di luar negeri, sehingga Indomie juga populer di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Australia, negara yang menjadi tujuan pelajar Indonesia melanjutkan pendidikannya. Setelah menetapkan negara tujuan ekspor, Indofood membentuk regional office di masing-masing negara.
Bahkan, kami melangkah lebih jauh dengan membangun pabrik di beberapa negara lain yang menjadi target pasar utama Indomie, seperti Nigeria. Dengan pabrik di negara-negara tersebut, Indofood tetap bisa mengekspor produk lainnya, seperti bumbu, saos atau kecapnya. Sebab, bumbu-bumbu itu hanya bisa dibuat di Indonesia. Perkembangan di pasar ekspor tersebut juga didukung oleh keberadaan toko-toko Indonesia di beberapa negara, seperti di Thailand, Hong Kong, Taiwan hingga Arab Saudi. Bahkan, di Arab Saudi ada 1200 toko yang khusus menjual makanan Indonesia.

2.2 Mengenal Produk Indomie dan Perkembangannya di Dunia
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merupakan salah satu grup usaha yang dimiliki oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. ICBP merupakan produsen berbagai produk konsumen bermerek yang mapan dan terkemuka dengan berbagai pilihan produk solusi sehari-hari bagi konsumen di segala usia mulai dari 5 tahun sampai 50 tahun. Kegiatan usaha utama ICBP antara lain memproduksi produk instan, produk dairy, produk makanan ringan, produk penyedap makanan, produk nutrisi dan makanan khusus serta minuman. Divisi Mi Instan ICBP merupakan salah satu produsen mi instan terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi mencapai lebih dari 16 miliar bungkus. Berbagai merek produk mi instan ICBP merupakan merek terkemuka dan digemari di Indonesia. Merek mi instan yang di produksi Indofood CBP antara lain : Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie dan Sakura. Produk mi instan unggulan Indofood CBP adalah mi instan dengan merek Indomie. Indomie pertama kali memperkenalkan produknya pada tahun 1972, produk yang pertama kali di produksi adalah Indomie Kuah Rasa Kaldu Ayam yang saat itu sesuai dengan selera lidah masyarakat Indonesia. Puncaknya pada tahun 1983, produk Indomie semakin di gemari oleh masyarakat Indonesia dengan diluncurkannya varian Indomie Mi Goreng.
Perkembangan Produk Indomie
Tonggak Bersejarah Indomie 1972, Indofood meluncurkan mie instant (kuah) dengan merek Indomie. Sebelumnya (1968), Indofood melalui PT Sanmaru meluncurkan Supermi
1980-an, Jingle iklan “Indomie Seleraku” untuk pertama kalinya diluncurkan. Jingle iklan ini kemudian memiliki empat versi dengan lirik yang digubah. Bahkan, dihadirkan juga jingle iklan “Indomie Seleraku” versi Ramadhan, Lebaran, dan Kemerdekaan
1982, Indomie meluncurkan varian Kari Ayam dan Mie Goreng
1992, Indomie untuk pertama kalinya diekspor ke pasar mancanegara. Saat ini, tak kurang dari 60 negara di dunia telah dijajaki Indomie. Bahkan, di Nigeria, Indomie sudah menjadi market leader
1994, Program Mudik Bersama Pengusaha Warmindo (Warung Makan Indomie) digelar untuk pertama kalinya. Program tersebut kemudian rutin digelar tiap tahun hingga sekarang
2008, Kampanye bertajuk “Indomie Jingle Dare” digelar untuk pertama kalinya. Kampanye yang dikemas lewat kompetisi menggubah lirik jingle iklan Indomie itu berlangsung selama empat kali hingga 2011
2013, Indomie varian Taste of Asia diluncurkan
2015, Indomie menyasar pasar anak-anak dengan meluncurkan varian My Noodlez.
2016, Indomie meluncurkan varian Real Meat untuk membidik segmen premium. Kehadiran Real Meat juga untuk menghadang laju kompetitor Mayora Group yang lebih dulu menghadirkan Bakmi Mewah
2017, Menurut studi “Brand Footprint Global 2017” yang dilakukan Kantar Worldpanel, Indomie tercatat sebagai satu-satunya merek lokal yang masuk Top 10 Global Brand


2.3 Analisis Pengaruh Globalisasi terhadap Pembentukan Gaya Hidup : Studi Kasus Produk Indomie
    Pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup yang paling utama adalah dari segi makanan dan minuman. Sebab, makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok yang harus manusia penuhi lebih dulu.Sekarang ini, kita dimanjakan dengan munculnya berbagai macam produk baik itu makanan dan minuman dari mancanegara yang diimpor atau memang perusahan asing yang berada di Indonesia. Banyak sekali orang-orang yang kemudian beralih dari makanan tradisional ke makanan modern atau siap saji. Akibat pengaruh globalisasi ini, masyarakat menjadi lebih memilih untuk mendapatkan sesuatu dengan serba cepat dan singkat tak tekecuali jika ingin memilih makanan. Mie instan saat ini sudah menjadi makanan pengganti makanan pokok bagi sebagian penduduk dunia, termasuk di Indonesia. Kemudahan dalam penyajian, rasa yang beragam serta harga yang murah menjadi salah satu alasan konsumen di tanah air menyantap mie instan. 
Berdasarkan data World Instant Noodles Association (WINA) konsumsi mie instan di seluruh dunia pada 2017 mencapai 100 miliar bungkus (porsi) naik 2,7% dari tahun sebelumnya. Adapun konsumsi mie instan Indonesia pada tahun lalu mencapai 12,63 miliar bungkus atau sekitar 12,6% dari total konsumsi dunia serta berada di urutan terbesar kedua di dunia. Sementara negara dengan konsumsi mie instan terbesar di dunia tahun lalu masih dipegang Tiongkok/Hong Kong, yakni mencapai 38,97 miliar bungkus atau lebih dari tiga kali lipat konsumsi Indonesia. Sedangkan Jepang berada di urutan ketiga dengan konsumsi 5,66 miliar bungkus.
Pada 1969, produk mi instan pertama mulai dikenalkan di Indonesia. Indomie kuah rasa kaldu ayam pun menjadi awal cerita manis sebuah produk makanan yang dinikmati berjuta manusia di dunia saat ini. Harga terjangkau, awet, dan simpel telah menjadikan Indomie kini berubah menjadi Global Brand sehingga tersedia di lebih dari 100 negara. Setidaknya di 80 negara yang merupakantujuanekspordari Indonesia. Juga terdapat lebih dari 20 lisensi brand . Bendera Indofood memiliki flagship, termasuk produk Indomie, membuatnya tidak hanya dominan di dalam negeri, juga perkasa di pasar mancanegara. Rasa Indomie membuat warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di luar negeri merindukan makan Indomie. Prestasi Indomie di berbagai negara memang terang benderang dibanding merek-merek lokal lain. Indomie bukan hanya dikenal di negara tetangga dekat, seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Taiwan, tapi sudah menjangkau lebih dari 80 negara di Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika.
Bahkan di Sudan dan Lebanon, Indomie hampir ada di setiap toko ritel dan supermarket. Untuk melayani pasar yang sedemikian luas, Indofood membangun pabrik di sejumlah negara, seperti Malaysia, Saudi Arabia, Suriah, Mesir, di samping Nigeria. Indomie menjadi merek produk mi instan yang sangat populer di Indonesia dan Nigeria.
Bahkan, orang Indonesia menyebut mi instan dengan sebutan ”Indomie”, kendati yang dikonsumsi tidak bermerek Indomie. Indomie diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk ini merupakan jebolan promosi word of mouth yang luar biasa yang menjadikan brand Indomie kuat di berbagai negara. Namun, Indomie tidak hanya populer di kalangan konsumen Indonesia di luar negeri.
Di Nigeria misalnya, brand ini juga begitu kokoh dan sangat populer di kalangan warga negaranya. Terdapat cerita lucu, ada seorang warga Nigeria berkunjung ke Jakarta dan mendapati Indomie di sebuah supermarket. ”Lho Indomie kan bikinan asli Nigeria, kok ada di sini,” seloroh si warga Nigeria spontan Ini bukti memang Indomie sudah menjadi merek yang dikenal luas di Nigeria.
Berdasarkan data pada tabel 1.1 Asosiasi Mie Instan Dunia atau World Instant Noodles Association (WINA) mengeluarkan data jumlah konsumsi mie instan setiap negara dalam satu tahun. Data ini dikeluarkan pada awal Mei 2016. Dengan jumlah masyarakat Indonesia, berdasarkan data worldometers.info, terhitung Mei 2016 mencapai lebih dari 260 juta orang. Maka dengan 13,2 miliar bungkus per tahun, setiap orang Indonesia rata-rata mengonsumsi 51 sajian mie instan setahun.(www.marsindonesia.com, 2017). Tiongkok menjadi negara dengan konsumsi mie instan tertinggi di dunia. Pada 2015, masyarakat di Tiongkok mengonsumsi 40,34 miliar bungkus mie. Angka tersebut naik 30 juta dari tahun 2014. Indonesia berada di urutan kedua, diikuti oleh Jepang dengan 5.540 bungkus per tahun, Serta Vietnam dan Amerika yang mengonsumsi masing-masing lebih dari 4000 bungkus serta brazil di urutan 10 dengan 2.280 bungkus per tahun. (https://news.idntimes.com, 2017).
Mie instan telah menjadi makanan yang sangat digemari di Indonesia. Studi MARS Indonesia yang dilansir pada tahun 2016 tentang Profil Konsumsi Produk Makanan mengungkapkan bahwa sebanyak 92,4% masyarakat di Indonesia dari survei yang dilakukan di 7 kota besar di Indonesia merupakan konsumen mie instan. karena harganya murah, membuatnya mudah dan praktis, awet, atau rasanya pun enak. Hasilnya, mie instan pun menjadi makanan pengganti nasi yang sangat digemari baik di rumah tangga, anak kos, bahkan di kalangan pekerja kantor. Penyebarannya semakin cepat seiring dengan pesatnya pertumbuhan bisnis warung-warung mie instan, baik di kota-kota besar maupun di pedesaan.
Berdasarkan data di atas pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup manusia mengenai produk Indomie sebagai berikut :
  1. Indomie menjadi pengganti nasi karena harga yang murah dan kebiasaan masyarakat yang lebih membutuhkan makanan cepat saji seperti Indomie untuk menghemat waktu
  2. Indomie memiliki ciri khas rasa yang membuat konsumen mengkonsumsi Indomie secara terus menerus tidak hanya Indonesia namun juga dibeberapa negara bagian
  3. Gaya hidup masyarakat kini semakin terpengaruh dengan ketenaran di media sosial media dengan membuat inovasi baru dengan produk indomie  
  4. Beberapa masyarakat dunia lebih memilih mengimpor produk Indomie dibanding menikmati produk mie instan dari negaranya sendiri
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
    Dari pembahasan yang telah dilakukan pada bagian sebelumnya, dapat dipahami bahwa nyatanya dalam kasus produk Indomie, globalisasi yang memotori terjadinya ekspansi perusahaan tersebut ke dalam level internasional berhasil menggeser nilai-nilai dan membentuk gaya hidup baru dalam masyarakat. Indomie yang merupakan mie instan saat ini sudah menjadi makanan pengganti makanan pokok bagi sebagian penduduk dunia, termasuk di Indonesia. Kemudahan dalam penyajian, rasa yang beragam serta harga yang murah menjadi salah satu alasan konsumen di tanah air menyantap mie instan, nyatanya saat ini perubahan terjadi disebagian masyarakat karena eksistensi Indomie yang terletak hampir di seluruh penjuru dunia. Indomie dapat dikatakan telah memberikan makna baru dalam gaya hidup menikmati makanan modern dan telah melakukan lifestyle branding yang hingga saat ini nyatanya cukup menarik perhatian bagi sebagian besar masyarakat dunia baik dari harga maupun rasa.



DAFTAR PUSTAKA


Kamis, 11 Januari 2018

TUGAS 5 │PERMASALAHAN KOPERASI DAN SOLUSINYA
Kelompok 1        : Anggara Adi Pratama                  10215775
      Anggea Audika Lestari                10215778
                              Deni Abdullah                             11215674
                              Riska Lestari                                16215056
                              Romanah Kadarisma                   16215254
                              Yelly Cintia Hansen                     17215229
Kelas                   : 3EA33
Mata Kuliah        : Ekonomi Koperasi #

Kasus Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group
Awal mula kasus ini, Pemimpin KSP Pandawa Group Salman Nuryanto diketahui merupakan tukang bubur ayam di Depok, Jawa Barat, yang sukses selama 20 tahun. Salman menghimpun uang dari warga yang tertarik berinvestasi pada bisnis penjualan buburnya yang sukses. Nuryanto memberikan imbal hasil atau keuntungan kepada mereka yang menanamkan uangnya sebesar 10% per bulan. Dengan keuntungan yang ditawarkan begitu besar, maka banyak masyarakat yang tertarik menitipkan uangnya kepada Nuryanto.Saat itu, Nuryanto belum mendirikan Koperasi Simpan Pinjam(KSP) Pandawa Group. Ia kemudian mendirikan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Group pada tahun 2015 yang berlokasi di Jalan Raya Meruyung No.8A, RT 002/RW 024, Meruyung, Limo,Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Dan memperoleh izin resmi berdasarkan keputusan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah melalui Surat Izin Usaha Simpan Pinjam Nomor : 260/SISP/Dep.1/IV/2015.
            Kasus dugaan penipuan Koperasi Pandawa pertama mencuat saat 173 nasabah mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya dengan kerugian hingga Rp 2 miliar. Nuryanto pun disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3, 4, 5 UU RI No.8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). KSP Pandawa Mandiri Group resmi koperasi yang mendapat izin Kemenkop tahun 2015. Sementara Salman Nuryanto dan Pandawa Group tidak memiliki izin. Mereka adalah individu-individu yang melakukan pengumpulan dana seakan-akan menggunakan koperasi dengan menggunakan tameng koperasi untuk melakukan penghimpunan dana. Bentuk badan usahanya tidak ada secara formal dan tidak ada surat izinnya sama sekali. Pada 11 November 2016, KSP Pandawa mengklaim telah menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat. Klaim tersebut juga dibarengi dengan surat pernyataan yang dilayangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK kemudian memberikan batas waktu bagi Nuryanto untuk mengambalikan modal investor paling lambat pada 1 Februari 2017. Terkait dengan kasus tersebut ada tiga pihak yang terlibat yaitu Salman Nuryanto selaku pemilik,Pandawa Group dan KSP Pandawa Mandiri Group. Salam Nuryanto menggunakan KSP Pandawa Mandiri Group sebagai kedok untuk melakukan penipuan tersebut. Tersangka melalui beberapa leader-nya menghimpun dana dari para investor. Leader mendapatkan keuntungan sebesar 10% dari dana yang diinvestasikan oleh para investor. Sementara investor juga dijanjikan keuntungan 10% dari total dana investasi. Polda Metro menyatakan bahwa Salman Nuryanto menggunakan dana para nasabah Pandawa Group untuk kepentingan pribadinya. Dana yang dihimpun dari para nasabah digunakan untuk berinvestasi berupa aset. Di sisi lain, Nuryanto juga memutar uang para nasabah tersebut untuk kemudian dipinjamkan kepada sejumlah pedagang usaha kecil menengah(UKM) di pasar-pasar di kawasan Jabodetabek. Itulah uang yang dikelola oleh yang bersangkutan. Para pedagang dibebankn bunga 20% dari nilai pinjaman tersebut. Sementara para investor mendapatkan keuntungan 10% per bulan dari dana yang diinvestasikan tersebut.
            Pada Desember 2017, Pimpinan KSP Pandawa alias Nuryanto divonis 15 tahun penjara serta denda Rp 200 Miliar.Vonis dijatuhkan Pengadilan Negerei Depok dalam sidang putusan pada 11 Desember 2017. Terdakwa Salman dihukum karena dianggap mengumpulkan dana secara ilegal dengan modus investasi dan berhasil meraup dana Rp 3 triliun dari para nasabahnya. Selain Salman, ada 26 terdakwa lain yang menjalani persidangan dengan agenda yang sama. Para terdakwa merupakan anak buah Salman yag merupakan leader KSP Pandawa Group yang beralamat di Depok. Selain itu, semua aset KSP Pandawa Mandiri Group akan disita dan dilelang kemudian dimasukkan ke kas negara.  Hal ini membuat para korban penipuan Nuryanto tidak terima lantaran duit mereka bisa tidak kembali dengan adanya putusan ini. Toal aset yang disita senilai Rp 1,5 triliun terdiri dari 42 unit mobil, 22 unit motor, 12 sertifikat rumah dan tanah, 10 bidang tanah, 6 bangunan dan rumah serta 3 surat tanah berupa sertifikat dan AktaJual Beli (AJB), sejumlah emas batangan dan barang bukti uang tunai Rp 200 juta dan cek sebesar 190 juta.











Permasalahan :
1.      Adanya pelanggaran ketentuan dalam Pasal 46 UU Perbankan mengenai larangan penghimpunan dana tanpa izin atau bank gelap
2.      Selain melanggar UndanUndang juga mengalihfungsikan dai koperasi menjadi layaknya bank yaitu menghimpun dana masyarakat sebagai investor yang menanamkan uangnya, dengan di iming-imingi bunga dan keuntungan yang jauh lebih tinggi dari bunga deposito yang ditawarkan bank pada umumnya.
3.      Pada awalnya aliran dana kepada para investor lancar selama hampir 10 bulan sesuai perjanjian. Namun jumlah bunga semakin menurun. Hingga pada Desember 2016 bunga yang dijanjikan macet alias berhenti. Nasabah merasa kecewa dan tertipu sehingga nasabah melaporkannya ke pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Saran dan Solusi :
1.      Masyarakat harus lebih waspada terhadap perusahaan yang menawarkan investasi terutama perusahaan yang belum jelas latar belakangnya
2.      Seharusnya koperasi tidak memberikan janji pengembalian modal di atas BI rate karena akan merugikan koperasi itu sendiri. Namun sebaliknya koperasi menawarkan pengembalian modal  yang real dan logika agar tidak terjadi kasus serupa
3.      Maksimalisasi kinerja para pengawas atau pengurus koperasi agar para anggotanya juga dapat bekerja secara efektif dan akan membuat koperasi tersebut berkembang ke arah yang positif
Pengadaan edukasi kepada masyarakat tentang koperasi baik melalui iklan, TV, koran ataupun media pembantu lainnya agar masyarakat percaya dan yakin bahwa korasi badan usaha yang bagus sekaligus meningkatkan dana koperasi karena banyaknya masyarakat yang tertarik



Daftar Pustaka :
     -  www.detik.com
     -  www.tribunnews.com
     -  www.kontan.co.id
     -  http://civitas.uns.ac.id

Kamis, 07 Desember 2017

Tugas Softskill Ekonomi Koperasi

EKONOMI KOPERASI



Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat dari Sisi Perusahaan


1.   Efisiensi Perusahaan Koperasi

Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya dilandasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat ekonomi.

Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia disebut (Efisien).

Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :

          A.    Manfaat ekonomi langsung (MEL)
MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.

         B.    Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggung jawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.

        C.    Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat              dihitung dengan cara sebagai berikut: TME = MEL + METL MEN =                  (MEL + METL) – BA

       D.   Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba           usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung                 dapat dihitung dengan cara sebagai berikut : MEL = EfP + EfPK + Evs           + EvP + EvPU METL = SHUa Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha                    Koperasi:

·         Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota (TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan. Anggaran biaya pelayanan = Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota.
·         Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota (TEBU) = Realisasi biaya usaha. Anggaran biaya usaha Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha.

2.   Efektivitas Koperasi

Efektivitas adalah pencapaiaan target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya(OA), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), Jika Os>Oa disebut efektif.

Rumus perhitungan Efektivitas Koperasi (EvK):
EvK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >, berarti Efektif

3.   Produktivitas Koperasi

Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) disebut produktif.
Rumus perhitungan produktivitas perusahaan koperasi :
PPK = S H U X 100%

Modal koperasi
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 118,432,448
= Rp. 86.62

Dari hasil ini dimana PPK > 1 maka koperasi ini adalah produktif.
Rentabilitas Koperasi
Untuk mengukur tingkat rentabilitas koperasi KSU SIDI maka digunakan rumus perhitungan sebagai berikut:

Rentabilitas = S H U X 100%
Aktiva Usaha
= Rp. 102,586,680 X 100%
Rp. 518,428,769
Rp. 19.79 %

Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa setiap Rp.100,- aktiva usaha mampu menghasilkan sisa hasil usaha sebesar Rp.19.79,-. Hal ini berarti koperasi KSU SIDI Sanur mampu mengembangkan usahanya dengan baik kea rah yang meningkat.

4.   Analisis Laporan Koperasi

Analisis Laporan Koperasi Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan keuangan koperasi berisi :

·         Neraca
·         Perhitungan hasil usaha (income statement)
·         Laporan arus kas (cash flow)
·         Catatan atas laporan keuangan
·         Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan

Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.

Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal operasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.

Demikian penulisan ini tidak untuk bertujuan komersil tetapi untuk penambahan nilai dalam menunjang mata kuliah adaptif softskill mengenai ekonomi koperasi. Semoga penulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua dalam mengembangkan koperasi dengan mengevaluasi kembali manfaat dari hasil yang diberikan dalam koperasi yang dilihat dari sisi perusahaan








Referensi :
http://destianggita15.blogspot.co.id/2016/01/efisiensi-perusahaan-koperasi.html
https://romahadi.wordpress.com/2016/11/24/efisiensi-perusahaan-koperasi-menyangkut-efektivitas-produktivitas-dan-analisa-laporan-koperasi/
https://josahulata.wordpress.com/2013/12/26/produktivitas-koperasi/
http://anitasw.blogspot.co.id/2011/12/analisis-laporan-koperasi.html